Kades Moubang Dilaporkan ke Jaksa

SULTENG RAYA – Sejumlah warga Desa Moubang Kecamatan Mepangan, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi, Rabu (23/5/2018).

Diketahui, kedatangan mereka untuk melaporkan Kepala Desa (Kades) Moubang, Gazali yang diduga menggunakan dana desa 2017 yang tidak sesuai dengan bestek (Perencanaan), dalam pembangunan fasilitas umum di desa itu.

Kasi Intel Kejari Parigi, Dwi Eko Raharjo mengatakan, warga Desa Moubang tersebut melaporkan tentang adanya dugaan penyalahgunaan pembangunan gedung PAUD sebesar Rp82 juta lebih.

Menurut keterangan mereka kata dia, pembangunan gedung PAUD tersebut tidak sesuai bestek, karena dibangun di atas pagar masjid di Desa Moubang. Kemudian, pembangunan talut sebesar Rp89.907.750 yang diduga juga dibangun tidak sesuai bestek, sebab karena kedalamannya galian terlalu dangkal diperkirakan hanya sekitar 10 cm. Sementara, dalam bestek kedalaman galian 30 cm dan pasangan batu dari atas tanas setinggi 50 cm.

“Menurut pelapor, pemakaian semen pada pembangunan talut juga hanya 221 sak, sementara di RAB 370 sak. Sehingga, sisa semen sebanyak 149 sak dipertanyakan karena tidak terpakai,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya menerima laporan tersebut dan akan menelaa dugaan penyalahgunaan dana desa yang dilaporkan. Bahkan, terkait tempat dugaan tidak pidana itu dilakukan.

Dipastikan kata dia, karena tempat dugaan dilakukan di Desa Moubang, sehingga kasus tersebut akan ditangani oleh Cabang Kejaksaan Moutong di Tinombo.

”Kami secara adiminstrasi secara menyurati Kacab Moutong, dan menertakan laporan dan bukti yang ada untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu, Ahmad M yang merupakan salah seorang warga Moubang yang juga merupakan ketua BPD mengatakan, laporan yang disampaikannya kepada pihak kejaksaan, bukan merupakan bentuk kebencian atau karena kepentingan tertentu kepada kepala desa. Namun, niatnya untuk memajukan Desa Moubang, jika nantinya apa yang dilaporkannya tidak benar adanya, pihaknya siap dituntut kembali.

Menurutnya, bukan hanya perkara pembangunan fasilitas desa, banyak kejanggalan lainnya dalam pengelolaan dana desa yang dilakukan kepada desa Moubang.

Dikatakannya, Kepala Desa Moubang, Gazali telah berulang kali diperingati, namun sejak adanya anggaran dana desa di tahun 2015, pihak BPD tidak pernah dilibatkan dalam hal pengambilan keputusan di desa. Bahkan, berbagai perencanaan di desa, baru dilakukan setelah dilakukan asistensi di kabupaten. Sehingga, tidak mudah lagi untuk dilakukan perubahan.

“Kami sebagai BPD kan seharusnya mengawasi. Tapi pihak desa tidak pernah terbuka, kalau kami memberitahu ke kepala desa terkait sejumlah kejanggalan, dia bilang itu bukan urusan kami,” tuturnya.

Dia mengaku, persoalan yang terjadi di Desa Moubang, sudah beberapa kali disampaikan kepada Camat Mepanga untuk ditindaklanjuti. Namun hingga kini, kepala desa masih saja tidak mengindahkan pihak BPD.

Selain itu, dirinya juga mengaku heran dengan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) dan Inspektoran kabupaten yang melakukan pemeriksaan di lapangan, namun tidak melakukan koordinasi dengan pihak BPD.

“Mulai dari kepala desa menjabat saja, tidak ada laporan pengelolaan keuangan yang dia laporkan kepada kami BPD. Padahal berdasarkan aturan laporan itu harus diserahkan kepada kami minimal tiga bulan, setelah berakhir tahun anggaran,” jelasnya.OPI

*https://sultengraya.com/60630/kades-moubang-dilaporkan-ke-jaksa/

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *